Syeikh Haji Muhammad Ridwan Sitorus Al-Kholidi An-Naqsyabandi adalah putra yang istiqomah mengikuti langkah beliau dalam mengembangkan Thoriqot Naqsyabandi hingga saat ini di Kota Tanjungbalai. Dalam asuhan nya sekarang beliau menerapkan program Suluk sepanjang masa di Rumah Suluk Babussalam. Ulama Kharismatik ini benar-benar mengikuti jejak langkah ayahanda Allohu Yarham Syeikh Muhammad Isya Sitorus Al-Kholidi An-Naqsyabandi Qs. Mengasuh jamaah dari semua latar belakang status sosial mulai dari masyarakat awam hingga para pejabat mulai dari yang muda hingga orang dewasa yang sepuh. Ulama Shufi kelahiran 1956 ini benar-benar fokus berdiam dalam majelis nya di Rumah Suluk Sei Raja. Kesahajaan nya sangat mirip dengan Almarhum ayahanda beliau. Anak bungsu dari 16 bersaudara inilah saat ini pimpinan Rumah Suluk Babussalam. Selain ditempah dalam dunia Thoriqot beliau juga menghabiskan masa kecil nya bersekolah di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru tahun 1984-1991. Dan dalam dunia Thoriqot beliau mendapat Ijazah kemursyidan langsung dari pusat persulukan Besilam dari Tuan Guru Syeikh Anas Mudawwar Bin Syeikh Daud Bin Syeikh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi An-Naqsyabandi. Dalam Riyadhoh Suluk Akbar beliau memprogramkan Suluk akbar 3 kali dalam setahun. Suluk Haji 1 Dzulhijjah Suluk 12 Robi'ul Awal dan Suluk Haul Syeikh Muhammad Isya Al-Kholidi An-Naqsyabandi pada awal bulan Dzulqo'dah. Dan memprogramkan Tawajjuh Akbar dua kali dalam sepekan yang diprogramkan pada malam Selasa dan Malam Jum'at. Awal tahun 2022 nanti InsyaAlloh beliau berencana akan memprogramkan pengajian bulanan seputar Fiqih - Tashowuf Al-hikam Ibn Athoillah Al-Iskandari. Dalam mengembangkan Thoriqot beliau benar-benar mendapat dukungan dari semua Jamaah para Kholifah beliau. Banyak kholifah dan Asatidz tamatan Pesantren yang berguru kepada beliau. Semoga pengenalan kita terhadap ajaran agama melalui beliau benar-benar mendapatkan keredhoan Alloh Swt. Alloh lah yang dipuji dengan perkembangan yang begitu pesat kita semua berharap Tuan Guru dan Ahli Dzurriyat sehat wal afiat. Amin. Tuan Guru dalam acara Haul ke 15 Agustus 2018 di Rumah Suluk Sei Raja Tanjungbalai.
Sekapur sirih dari Tuan Guru.
Syeikh Haji Muhammad Ridwan Bin Syeikh Haji Muhammad Isya Sitorus Al-Kholidi An-Naqsyabandi.
Tiada yang dapat kita persembahkan kehadirat Alloh Swt selain pengharapan keridhoan mengikuti ajaran baginda Rosululloh yang telah diwariskan kepada para sahabat-sahabat Tabi'in Tabi' Tabi'in ulama terdahulu hingga kini. Nabi berpesan agar kita selalu dalam satu jamaah dan jangan sekali-kali mundur maupun lari dari barisan jamaah yang dikhawatirkan terjerumus kepada mati Jahiliyah. Jangan sekali-kali kita melibatkan diri pada barisan orang-orang yang mencela ajaran Dzikrulloh. Orang yang menghalang-halangi orang lain pada jalan Alloh sesungguh nya sedang dalam ancaman kemurkaan Alloh. Hindari mereka agar diri dapat dipastikan selamat dari kemurkaan Alloh. Hindari berburuk sangka kepada orang-orang mukmin takut lah selalu kepada firasat mereka. Berpegang teguh lah pada jalan Alloh ini. Habis kan masa dalam ibadah. Sebab jika kita tidak habiskan masa yang tersisa pada ibadah maka ia akan habis juga dalam suasana tidak beribadah. Cintai Alloh dan Rosululloh melebihi kecintaan kepada yang lain nya. Istiqomah lah dalam ibadah sebab hanya dengan Istiqomah kita mendapatkan banyak Karomah (Kemuliaan) disisi Alloh. Sadarilah bahwa dengan bertambah nya hari sejatinya berkurang nya masa kita untuk tinggal sementara di bumi ini. Yakini sepenuh hati bahwa ada kehidupan yang berbeda setelah alam kematian nanti. Pelihara diri keluarga jiran tetangga jamaah dari hiruk pikuk dunia yang melalaikan kepada Dzikrulloh. Yakini sepenuh hati amalan dzikir yang dibiasakan akan dapat dan mudah diucapkan saat sakaratul maut yakni puncak keberhasilan Husnul Khotimah. Zuhud lah dalam perkara harta benda dunia yang tiada berkesudahan tipu daya nya. Biasakan bersedekah dalam setiap masamu agar dibuka hijab yang terdinding dalam sanubarimu. Taati guru dan orangtuamu seperti engkau mentaati Alloh dan Rosul Nya. Tinggalkan kesombongan sebab itu semua hanya membuat iblis leluasa menguasai kehidupan mu. Anak-anak rohaniku. Tiada pesan yang terindah melainkan itu pesan kepada taqwa illalloh.
Jamaah Suluk sepuluh hari pada Robi'ul Awal 1443 H.